Monday, June 7, 2010

Mie warna-warni ala Sukabumi




Jika anda berkunjung ke Sukabumi dan melewati daerah Cisaat, tak ada salahnya jika anda coba-coba makanan unik dan sehat. Warung “Miebatok”, dari namanya saja sudah pasti unik, warung ini menyediakan menu mie berbagai rasa dan varian. Uniknya, karena mie batok adalah mie yang yang disajikan diatas batok. Rasa mienya pun mempunyai beberapa varian, mie ungu, mie ijo, mie hitam. Semua bahan mie samasekali tidak menggunakan bahan pengawet maupun bahan pewarna buatan, semuanya menggukan pewarna alami. Mie Ungu contohnya, bahan dasar mie ungu adalah ubi atau yang biasa kita sebut “telo ungu” dan bahan dasar mie hitam adalah tinta cumi. Untuk menikmati semangkok mie batok anda hanya butuh mengeluarkan Cring** Rp 13.000 Yuuukkkk.. mantabs..
Di warung Miebatok tidak hanya mie saja yang tersedia, tapi ada juga menu-menu lainnya yang tak kalah unik. Berbagai olahan nasi, burung puyuh, sea food dengan rasa dan tampilannya yang menggugah selera tersedia untuk disantap (asal ada duitnya... ^^ hahha). Sajian minumannya juga Indonesia abissss.... tak perlu menunggu lama ketika mie ungu tersa ji dihadapanku, langsung santap gan.. tunggu apalagi.

Sunday, March 21, 2010

Caving; goa Seplawan

di perut goa



Ceritanya begini; kemarin pas liburan aq bergabung rombongan anak-anak kampung dukuh untuk bertamasya ke tempat wisata yang jarang dikunjungi orang. Entah dimana tempatnya belum tau, “pokoknya surprise” katanya.
Perjalanan kita mulai dari arah Godean, menaiki jalanan menanjak ke arah goa kiskendo dan masih terus saja ke arah Purworejo. Ternyata tujuan wisata kita kali ini adalah Goa spalawan, goa alam di pegunungan Menoreh perbatasan Kulon Progo dan Purworejo (bisa sekalian kuliner durian, hehehhe....). Di sepanjang jalan besar tak ada papan yang menunjukkan arah ke goa, jadi lebih baik tanyalah ke warga sekitar.
di atas goa
Sampai di lokasi Seplawan, ternyata tak hanya pemandangan goa saja yang disuguhkan, ada gardu pandangnya juga lho, asikkkk. Dari gardu pandang goa seplawan, selama tak ada kabut kita bisa menikmati hamparan pemandangan kulon progo, waduk sermo, gunung merapi-merbabu dan garis pantai selatan. Elok..
Dilokasi goa seplawan jg terdapat reruntuhan candi, entah apa namanya tidak disebutkan. sayang bentuk candi hanya berupa pondasi, selebihnya serpihan-serpihan reruntuhan batu candi yang tak terlihat lagi ornamennya. Disana kita juga masih bisa menyaksikan lingga yoni yang sudah berusia ratusan tahun. Jarang-jarang kan bisa menyaksikan lingga-yoni sekaligus....
Di goa ini, ditemukan patung emas dewa siwa dan istrinya dewi parwati. Sekarang sudah dipindahkan ke museum nasional dan sebagai gantinya pemerintah membangun replikanya (lebih gede dari yang asli) di depan pintu masuk goa.
Memasuki goa... jalanan menurun, ikuti saja tangganya dan keindahan stalagmit dan stalagtit hasil proses alam ribuan tahun akan menyambut anda. Tak perlu membawa penerangan karena lampu-lampu sudah dipasang untuk menerangi jalan goa. Medan menantang mewarnai susur goa, tapi tak seberapa ko’ dibanding keindahannya. Kita melewati sungai bawah tanah, beberapa celah sempit yang memaksa kita menunduk (goa ini ekslusif bagi yang berbadan ramping saja hehehehe...) dan endapan lumpur yang licin. Jadi berhati-hatilah saat melewati medan berlumpur dan harus siap kotor. Tak lama lagi kita akan menemui sungai bawah tanah yang bening dan segar setinggi betis, disinilah puncak kepuasannya. Sambil menyusuri sungai dalam gua, kita juga akan menyaksikan deretan stalagmit, ceruk-ceruk indah sepanjang gua dan lorong panjang dan berlangit-langit tinggi. Ah, puas rasanya...
Sebenarnya, perjalanan menyusuri goa masih panjang, 700 meter booo.... Karena medan selanjutnya cukup berat dan harus menggunakan alat, kita urung melanjutkan perjalanan. Sayang sekali....balik jalan deh...

Friday, March 5, 2010

Bersepeda ke Candi Senja



Apa yang menarik dari hari yang dilalui terik matahari? saat senja, matahari terbenam tentunya. Yup, sore itu, kamis 4 Maret, jalan-jalan bersepeda santai (padahal capek juga sih.. hehehe) menuju kawasan candi Ratu Boko. Peserta nggowesnya cuma diriku dan salah satu temanQ. Perjalanan kita mulai dari Timoho, JEC, STTNas, dan blusukan di jalan belakang bandara AdiSucipto. Maksud hati ingin memotong jalan biar gak kejahuan, eh.. malah jauh muter-muter ga karuan. Esok, bagi teman-teman yang ingin menikmati sunset bersepeda ke candi senja (Ijo, Banyunibo, Barong, dan ratu boko) lebih baik ikuti saja arah Jl.Solo ^_^. Pelajaran memang mahal boo...

Sesampai kawasan Ratu Boko, niat awal ingin berkunjung ke candi Ijo. kata orang lebih bagus sunsetnya. setelah kita ikuti papan penunjuk arahnya, OMG... ternyata setelah kita tanya-tanya ke warga setempat candi ijo berada di atas bukit dan jalanan menanjak sekitar dua kilo lagi. Akhirnya kita menyerah deh mengingat kondisi kaki yang udah gak karuan rasanya. Kita balik haluan menuju candi Banyunibo, e..alah.. ternyata dari jalan candinya sudah terlihat keemasan disepuh senja.

Untuk masuk candi ini dikenakan biaya retribusi Cring** 2000 per-orang, dan kalau ingin memiliki brosur tentang candi ini dikenakan biaya tambahan Cring** 1000 aja ko'.Memasuki areal candi banyunibo, terlihat satu candi induk yang utuh dan enam reruntuhan candi perwara, salah satunya berbentuk stupa. Pada bangunan induk, sekilas mirip dengan bangunan candi Plaosan, ada jendela-jendela dan pahatan relief. Setelah puas melihat sekeliling candi, langsung saja kita mencari tempat terbaik untuk mengahantar matahari terbenam. karena hari itu cerah tak berawan matahari bulat sempurna. sayang sekali kami tak membawa kamera untuk sekedar mendokumentasikan momen ini. syukurlah ada mas Sulistiyanto, wartawan Merapi yang sudi kita repotkan ^_^, terima kasih ya mas.

Seusai matahari tak terlihat lagi, kita langsung tancap ke candi barong yang tak jauh dari situ. Jalanan menanjak lagi, menaiki bukit, kita putuskan untuk berjalan kaki saja tanpa sepeda. Sepeda kita titipkan di rumah warga. Ngos..ngosan juga, melewati hutan dan sawah tadah hujan. Hmmm..candi barong ternyata hampir serupa dengan bangunan Ratu Boko. Sayang kami tak menemukan papan informasi dari candi ini. Hari mulai gelap, dari ketinggian candi, lampu-lampu jogja mulai bersinar...indah sekali kawan.

Nb; foto candi diambil dari http://puteraboko.wordpress.com

Friday, February 26, 2010

Temanggung I luv Edition

BERANGKAT

hmm.. ketika aku mau beranjak keluar dari kosQ ada keresahan terbesit. Bakal kesasar-sasar gak ya.. masalahnya, ini adalah perjalananQ yang pertama ke Temanggung dan sendirian pula.Aq
lupa kalo masih ada orang yang bisa ditanya dan tidak bakal menyesatkan hehehe...Bismillah, petualangan akan segera dimulai.

awalnya aq berniat untuk naik angkot jurusan prambanan jombor, tapi aq putuskan saja naik trans-Jogja, sekalian muter-muter. cukup mengeluarkan cring** RP
3000 dan ternyata muter-muter beneran rute mandala wanitatama-bethesda-UGM-Gejayan-ringroad utara dan jombor.. hehehe lumayan. perjalanan kulanjutkan menaiki bus jurusan jogja magelang cukup membayar cring** Rp 7000, sesuai petunjuk mbak odah, trus lanjut lagi menaiki bus jurusan temanggung-parakan cring** Rp 7000 juga. HUh.. akhirnya sampai juga di tempat tujuan yang disebut mbak Odah. merasa tenang cz mbak odah tidak susah menemukan tampangku diantara penumpang-penumpang lain dan pasti kesejahteraan hidupku akan terjamin hehehe..(maaf aq balik menjajahmu..).

Aq tiba sore hari dan disambut guyuran hujan.. Bbbbrrrr dingin hawa Parakan plus hujan. Pemandangan disini juga sangat indah, gunung Sumbing
dan sindoro terlihat jelas cantiknya bersama mendung sore.Malam hari, setelah beramah-tamah dengan anggota keluarga mbak odah, makan malam dan ngobrol tepatnya. Aq dan mbak odah siap sedia di depan laptop sambil presensi di facebook dan googling tempat tujuan wisata di Temanggung.

candi Pringapus
ESOK HARI

setelah sarapan dan menyelesaikan pekerjaan rumah (bukan PR pelajaran SD tentunya.. hehehe), aq dan mbak odah bersiap-siap mengunjungi beberapa destinasi yang sudah kita putuskan; kompleks candi Pringapus, candi Gondosuli, Museum meteorit wonotirto dan terakhir adalah rumah tinggal mbak ana (mbak ghost2an qt di Wisma-Cool).

Perjalanan menuju candi pringapus cukup mudah ditempuh menggunakan motor. Posisi mbak odah adalah navigator dan aq sebagai supirnya. hehehe.. simbiosis mutualisme. Udara pagi di jalan ternyata cukup dingin dan hampir membuatku beku, akhirnya qt jalan pelan saja. Untuk menuju kompleks candi pringapus; dari Parakan cari arah jalan menuju sukoharjo/Weleri hingga menemukan plang arah jalan alternatif ke Sukoharjo/Weleri belok ke kiri. Ikuti jalan tersebut sampai menemukan plang arah candi Pringapus di kanan jalan, gang jalan menuju candi ada di kiri jalan. Sesampai jalan masuk temukan pertigaan jalan di kiri yang banyak pohon bambunya (jalanan gang berupa jalan makadam bukan aspal). nha.. dari kejahuan kompleks candi sudah terlihat. Jika masih ragu atau bingung arah jalannya, tanya saja pada penduduk setempat, karena candi ini sudah populer bagi warga setempat.

Monday, February 22, 2010

Mengunjungi Candi Plaosan

Komplek Candi Plaosan Lor
Sudah agak basi sih beritanyaalias tidak memenuhi standar berita. Tapi anggap saja ini adalah sebuah cerita yang menarik menu rutku untuk diceritakan.


Hari itu, Sabtu 7 februari, aq bersama Bang Jay blusukan mencari candi yang memang tidak begitu dikenal orang layaknya Prambanan. Kita putuskan untuk bertandang ke candi Plaosan, selain dekat dari tempat kita berpijak, candi Plaosan juga tak kalah elok dibanding candi Hindu yang lain. Di saat cuaca mendung menyimpan hujan, kita nekat berangkat setelah mendapatkan info rute menuju candi Plaosan dari sebuah blog. Sesuai dengan dugaanku, letak candi Plaosan tidak jauh-jauh amat dari candi Prambanan.
Untuk menuju candi Plaosan, dari Jogja, ikuti saja arah jalan menuju Klaten, setelah satu lampu merah dari Prambanan ada papan petunjuk menuju jalan Manisrenggo. Ikuti arah jalan Manisrenggo sampai menemukan gedung dinas purbakala di kiri jalan, nha.. di kanan jalan candi Plaosan lor sudah terlihat. mudah bukan...
Setelah sampai di lokasi candi, ada pos penjagaan. Para pengunjung diharap mengisi daftar pengunjung dan memberi retribusi masuk candi seikhlasnya. CRingg...**
Komplek Candi Plaosan Kidul
Di area candi Plaosan ada dua lokasi candi yang dipisahkan oleh parit, Plaosan Lor (utara) dan kidul (selatan). Keduanya memiliki arsitektur yang berbeda. Plaosan Lor berupa dua bangunan candi besar beraksitektur sama, boleh pula disebut kembar. Di sekitar bangunan utama candi Plaosan Lor ada reruntuhan candi yang mengelilingi keduanya. anehnya ada pula banyak bangunan stupa diantara candi perwara, jumlah keduanya seimbang. Dalam candi ada arca-arca yang dipisahkan oleh tiga ruangan dan selayaknya rumah candi ini dilengkapi dengan jendela. Sementara Plaosan kidul terdiri dari banyak candi kecil-kecil (lupa ngitung...^_^). Sepertinya candi ini memang masih ada yang terpendam di tanah.
Selesai puas mengintari candi dan foto-foto, kita beranjak pulang karena hari sudah sore, hujan pula. eh ada satu lagi... mampir ke candi Kalasan yang letaknya searah dengan jalan pulang. (sebenarnya merasa gengsi karena hampir lima tahun tinggal di jogja tapi tak pernah sekalipun menyaksikan candi Kalasan yang letaknya di pinggir jalan besar, hehehehe.. ternyata bagus juga)

Saturday, February 6, 2010

Cerita (Luar) Biasa pada Sebuah Perahu Kertas

hmmm... sepertinya Dee bukan saja piawai bercerita filosofis dan serius semata, tapi juga piawai membuat cerita ringan dan mendebarkan. Satu novel teranyarnya; Perahu Kertas. Yup novelnya kali ini bercerita tentang kehidupan remaja dengan segala persoalannya; persahabatan dan cinta, ada pertemuan, konflik, cinta bersegi dan happy ending. menceritakan tokoh Kuggy yang unik (kata halus untuk aneh), super cuek dan mempunyai bakat besar menjadi penulis dongeng. ada tokoh Kenan juga dengan ke"aneh"annya dan bakat melukis yang dimilikinya. keduanya menyatu pada kedua sisi koin yang sama. Kuggy piawai menggambarkan imajinasinya dan Keenan mewujudkannya di atas kanvas. kolaborasi yang indah, saling melengkapi untuk memberikan gambaran yang pas. keduanya saling jatuh cinta, namun jatuh cinta ternyata bukan jalan yang selalu indah untuk dilalui. melainkan merupakan sebuah awal dari penderitaan batin.


Dan pada akhirnya cinta dalam hati bukan "memilih" tapi untuk "dipilih" (hal 430). rasanya bukan Dee kalau tidak menyertakan kata-kata bijaknya dalam sebuah novel. alur dan cerita yang sudah biasa namun dituturkan dengan luar biasa. sesuai dengan judul novelnya, Perahu Kertas, diajukan karena kebiasaan Kuggy menulis surat pada dewa Neptunus, surat tersebut berisi curahan hati yang dilipat menjelma sebuah perahu kertas lalu dihanyutkan pada setiap air yang mengalir dan bermuara pada laut. karena Kuggy adalah duta Neptunus dan berzodiak aquarius. klop deh.. bagi para pecinta ke"aneh"an.